Showing posts with label karya. Show all posts

SAMPAI KAPAN?

Hujan di sore hari..
Selalu saja menyisakan memori
Entah perasaaan bahagia, sedih, ataupun luka
Ketahuilah, Hujan tidak pernah mengeluh meski ia berkali-kali jatuh
Ia rela melakukannya untuk memberikan cintanya pada Bumi.

Mengairi sawah, memberi minum para ternak, menyuburkan tanaman, memberi habitat kehidupan pada makhluk air,
Indah sekali bukan?

Lalu kemudian dari cinta sang hujan,
Bumi memberikan bunga-bunga indah dari tanahnya,
seolah balasan dari cinta sang hujan, “ini untukmu”


Lalu Kamu?
Cinta seperti apa yang kamu punya?
Berharap orang yang kamu cintai membalas cintamu.
Kalau dia merasakan hal yang sama mungkin itu tak jadi masalah.
Jikalau dia merasakan sebaliknya, lalu kamu mau apa?
Mencintai juga berarti mengambil resiko untuk tak dicintai.

Cinta tak bisa dipaksakan!
Dia memiih bukan dipilih.
Memaksakan sama saja melihat diri sendiri hancur berkeping-keping.
Dan seterusnya, kamu berharap, berharap, dan berharap.
Berusaha menembus hatinya yang sekeras baja agar berlubang.

Sampai kapan!?
Sampai matamu lelah mengeja barisan keangkuhan hatinya dan bergelut dengan kesabaranmu sendiri?
Mungkin jika itu batu bisa kau lubangi dengan tetesan air,
Walaupun memakan waktu ratusan tahun.
Tapi, jika itu baja!?
Ia hanya akan berkarat lalu rusak tak berguna lagi.

Hakikat mencintai adalah memberi tanpa pamrih, tanpa alasan, tanpa ingin dibalas.
Kamu sama saja egois, jika mengharapkan orang yang tidak mencintaimu melakukan hal yang sama kepadamu.

Lihat, kan, hujan sore tadi?
Dia tidak meminta balasan apa-apa.
Tapi kemudian sang bunga yang kau tanam beberapa bulan lalu memekarkan bunganya.

Cinta itu memberi tanpa berpamrih.
Cintailah seseorang yang menginginkanmu,
Yang berharap bisa menjalani sisa hidupnya bersamamu,
Yang mau membantu mewujudkan cita-citamu,
Yang berbicara denganmu setelah pertengkaran,
Yang mampu merubah mood jelekmu setelah kamu memiliki hari yang buruk
Yang meluangkan waktu sibuknya hanya untuk berkabar denganmu.
Lalu tertawa pada leluconmu yang sama sekali tak lucu, karena dia bahagia hanya dengan mendengarmu berbicara


Cinta itu saling menghargai dan saling ingin memiliki.
Dan aku, cukup bahagia dengan mencintaimu.


Dea yusuf,
Sumberjaya, 25 April 2016

Adakah Kamu Mengerti?

Ketika itu..
Aku melihat sesuatu di matamu.
Ada kisah terlukis seperti sudah lalu, sekilas, ya hanya sekilas.
Aku percaya pada takdir,
Entah dengan mu atau tidak, semua ada cara dimana kita akan bersatu atau terpisah.


Kamu bilang, semoga Tuhan menakdirkan nisan kita berdekatan.
Aku terenyuh, Aku begitu sangat menanti saat-saat dimana kita dipersatukan.
Saat kita membuat kembali kesepakatan seumur hidup.
Merajut sebuah mimpi yang bahkan kita masih belum rangkai.
Menerka-nerka hal menyenangkan apa yang akan kita lakukan nanti.

Namun,
Saat perpisahan menghalangi jalan kita.
Dan kemudian di persimpangan itu kita berpisah.
Bersabarlah cintaku.
Mungkin akan terasa sakit, tapi aku yakin pasti sesuatu lebih indah ada di depan kita.

Jika suatu hari ku temukan kamu dengan seseorang,
Ahh.. betapa beruntungnya dia.
Aku bahagia bisa mengenal dan punya cerita bersamamu.

Adakah kamu mengerti?




Dhea x. Near
14 Agustus 2014


Kita yang Terlupakan.

Hingga kita tiba pada saat dimana semua berubah.
Orang-orang tak lagi sama.
Wajah mereka berubah,
Hati mereka berubah.

Lalu perlahan kita terlupakan,
Terlupakan masa lalu,
Terlupakan keakraban,
Semua kembali bisu,
Tak ada cerita setelah itu.
Seolah tak pernah berjabat tangan sebelumnya lalu saling menyebutkan nama.

Kenakalan dan candaan tidak lucu yang sering terlontar.
Perlahan menguning karena korosi di atas buku cerita.
Sering kali aku melihatnya digerogoti tikus kecil yang membuat sarang di rumahku.

Semua berdebu, terlalu lama beku.
Terlalu lama dibiarkan, hingga tak tahu harus diapakan.
Bisa saja mati rasa, seperti kesemutan.
Lalu kemudian menyakitkan.

Dan kita kembali mencari sesuatu yang harus kita ingat.
Mencari mereka yang tak pernah terlupakan.
Mencari mereka yang tidak akan lupa saat pertama berjabat tangan dan saling menyebutkan nama.
Mencari mereka yang mengingat siapa kita dan alasan kita untuk tetap pada jalur seharusnya.
Dan kemudian tak akan terlupakan.




27 Januari 2014
Dhea X. Near

Selama Kau Mau

Senandung nada-nada jiwa.
Dawai merdu lantunan suara hati.
Mengalun bagai pesona ritme lagu menyambut mentari saat fajar tiba.
Aku terpesona bagai anak kecil tersihir oleh manik-manik berwarna-warni pelangi.
Sentuhannya tepat mengenai hati.
Aku tak kuasa tiba-tiba rindu menguasai alur nada hidupku.
Mengisinya dengan jutaan senyum penuh bahagia.
Walau sayup terdengar lolongan kesakitan dari lubuk jiwa.
Saat sela hatiku penuh dengan remah kisah lalu.
Ini aku, kau genggam seluruh hatiku dengan cinta berwarna ungu sehabis luka semalam.
Bertabur rindu yang kadang terlalu basi untuk sering di ucapkan.
Beraroma sama tapi selalu membuat candu.
Lagi-lagi rindu.
Semoga waktu berbaik hati mempertemukan kita.
Diatas janji suci bertabur restu sehidup semati.
Seperti langit dengan birunya.
Seperti pohon dengan tanahnya.
Seperti hujan dengan dinginnya.
Selama kau mau, kita akan bersama.
Selama kau mau, sebisa mungkin aku akan ada untuk kamu.
Sampai kemudian aku menggoreskan bait terakhir ini.
Rinduku masih menuju pada kasihmu.


DHEA X. NEAR
Jakarta, 20 November 2013
11.41 a.m
20 Nov 2013
Posted by Unknown

Sejatinya adalah “Pindahan“ (edisi bijak)

Dulu gue pernah baca buku karya seorang penulis konyol alias Raditya Dika, judul bukunya manusia setengah salmon dan judul chapternya kalo ga salah sepotong hati di dalam kardus.. disana dia nulis cerita waktu lagi putus cinta dengan (bisa dibilang) mantan pacarnya.
Naah.. disini menariknya katanya patah hati itu sama kaya pindahan rumah. Sama-sama harus ninggalin sesuatu yg akrab dengan kita, sama-sama harus ninggalin tempat yg udah lama jadi tempat berlindung kita, susah senang dulunya ada di rumah itu, sama sama ninggalin kenangan kita. Putus cinta itu sejatinya perpindahan. Bisa jadi kita yang memaksa dia untuk pindah, atau terpaksa kita yang harus pindah, atau memang kita memang yang sama sama harus rela untuk pindah.
Beberapa waktu lalu gue ngalamin apa yang Radit tulis di bukunya itu, beberapa orang juga ngalamin di luar sana setiap harinya (Oke, Gue ga akan ngebahas statistik berapa orang-orang yg ngalamin patah hati setiap harinya)
Perpindahan itu mau ga mau harus di hadapin! Kalo memang kita dalam kondisi seperti itu. Bukan berarti kita harus memaksakan pindah kalo memang masih nyaman dengan ‘rumah‘ yg kita tinggalin hanya dengan alasan salah satu lampunya mati. Konyol, kan ?
Nah kalo memang rumah kita udah ga cukup muat untuk menanggung beban kita, kaya misalnya anggotanya nambah gara-gara papah genit sama mamah, atau mungkin penghuni yang sudah ada bertambah besar bobotnya., atau bahkan terlalu jauh dengan peradaban. Ya mau ga mau kan, kita harus cari tempat yang lebih baik lagi buat kita tinggali?
Ga jauh sama patah hati. Disaat kita ngerasa kita udah ga terlalu nyaman, salah satu dari kita udah jarang pulang ke hati pasangannya, atau kita ngerasa disakitin atas apa yang dia lakukan, mau ga mau kita harus pindah! Emang nyaman dengan ‘rumah‘ yang ‘sempit‘? ‘Rumah‘ yang dulunya kita harapkan jadi ‘home sweet home‘ malah jadi penjara buat kita? Rumah yang bocor disana-sini kalo ujan dan kepanasan kalo lagi musim kemarau? Atau malah lingkungan yang bikin ga baik? Tapi yang jelas kita harus segera pindah. Memang ga mudah untuk memutuskan suatu ikatan., apalagi dulunya semua keliatan baik-baik aja dan indah.
Tapi karna sudah terlalu sering di rusak dan ga di perbaiki ketika hendak di perbaiki malah udah terlanjur parah. Apa mau tinggal di rumah kaya gitu?
Gue sih ngga.
Gue harus pindah, gue yang maksa pindah.
Malah yang lebih konyol, ketika rumah kita rusak dan bocor sana sini atau malah kebakaran.. terus kita malah bunuh diri.. Oh god why? Cari aja yang baru yang lebih bagus.
Nah kalo kalian termasuk para korban patah hati, Memang sih susah awalnya saat kita mutusin buat pindah. Kita harus angkutin barang2 kita dari rumah lama ke rumah baru, yang memang udah kosong. Jangan kita coba2 pindah ke rumah yang masih ada barang2 orang yg tinggal sebelumnya walaupun kadang di papan nya di tulis “disewakan“ atau “dijual“ kita ga akan nyaman karna masih ada sisa penghuni sebelumnya di rumah itu. walaupun di pindahin ke gudang tapi barang itu masih ada di rumah itu.
Well, kita juga ga boleh ninggalin barang apapun di rumah kita yang lama. Atau kalau bijak kita sendiri yang buangnya.. ehem.. bukan berarti kado2 ultah dari dia ikut di buang juga kali.. tapi perasaan cinta, perasaan sayang yang dulu ada buat dia coba untuk di netralisir. Ga boleh di benci, walau bagaimanapun dulu itu adalah rumah kita. Dan secara g langsung kalo kita menghina rumah kita dulu, bukankah sama aja dengan ngehina kita juga? ;)
Jadi ga usah di ungkit2.. klo udah yaudah.. siapa tau kita balik ke tempat itu lagi dan kita tetanggaan sama rumah itu dia malah jadi lebih bagus di tempatin orang lain.
Nyeesss kan? Tapi yaudah toh itu keputusan dari kita masing2 buat mengakhiri suatu hubungan dan pindah ke tempat lain yang lebih baik menurut kita.
Jadi, selamat pindahaannn ^_^
5 Oct 2013
Posted by Unknown

Rindu Sekali Rasanya.

Entahlah kapan dimulainya.
Saat itu tiba-tiba saja kita menyanyikan lagu bersama.
Lagu yang pernah jadi pengalun nada dering handphone mu.
Saat itu bus penuh sesak oleh orang-orang berkeringat.
Masih ingat kan?
Lucu sekali rasanya.. jika pandangan matamu dulu menyerobok masuk melalui celah mata ku.
Di sela-sela asap debu kendaraan dan bisingnya para pengangkut barang itu.
Kau pun menundukan wajahmu berharap aku tak melihat warna rona merah di wajahmu..
Sayang sekali bidadari kecil, kau terlambat beberapa detik.
Kini walaupun dunia kita terbelah dua.
Bahkan laut tak cukup mampu menghalangi,
Dunia bagai tempat bermain si buah hati saja.
Dengar!
Rindu sekali rasanya untuk datang saat itu.
Tuhan maha segalanya. Maha pemberi rindu bagi orang-orang penuh cinta, yang cintanya penuh dengan cinta kepada-Nya.

2 Oct 2013
Posted by Unknown

In - Telek (sebuah Konspirasi Hati) Halahh..

hafwuhh... Males banget!
Gue mau.... nulis. iya nulis. tapi.. gue ga tau lagi blank. seakan kosong dan hampa dalam angkasa (Halah..)
akhirnya gue tau apa yang harus gue tulis. hahha..

Akhir-akhir ini ada isu sosial yang menyangkut tentang seorang penyanyi Dangdut berinisial Z.G atau Zaskia Gotik. (inisial apanyyyaaa? -__-")
agak gosip, sih sebenernya. jarang-jarang kan gue ngegosip.. yuk capsus.. yuk yah yukkk~

jadi gini ceritanya, Zaskia gotik yang akhir-akhir ini gue baru tau kalo nama itu adalah samaran.. iya SAMARAN! JENG!! JENG!! JENG! kaget kann~ pasti kaget deh. ga mungkin ga kaget.. (hening..)
nih Biodata aslinya:


  • Nama Asli : Syurkianih
  • Nama Populer : Zaskia Gotik
  • Tanggal Lahir : 27 April 1990
  • Tempat Lahir : Bekasi
  • Nama Ayah : Sosih 
  • Nama Ibu : Jumainah

oke next, jadi beberapa waktu lalu si Z.G ini telah dilamar oleh seseorang yang entah kenal di mana, karna dia juga belum sempet ngenalin ke gue (oke itu ga perlu) tiba-tiba langsung niat ngajakin kawin gitu~ :3
Siapa sih Pria jentelmen, smart, intelektual dan menawan seperti kuda membawa pangeran putih? ternyata manusia itu berinisial Vicky prasetyo (inisial lagi??).
asal Lo tau, ini juga bukan nama aslinya dia. Nama Asli mas Vicki P ini adalah Hendriyanto. OMG! Palsu!

Oke. Lanjut!

Mungkin dalam pikiran si Z.G ini Romantis banget nih cowok langsung ngajak gue ke pelaminan, udah ganteng, tajir, bawa mobil, bawa bakiak (apa-apaan ini?), bawa selendang, bawa ayam dan juga kemenyan (ngapain, sih?). nah singkat cerita Si Tampan dan si Cantik ini mengadakan acara lamaran,semacam acara sebelum nikahan (lo pasti baru tau kan?) yang sejatinya ga perlu mewah-mewah amat. akan tetapi si cowok nya ini dengan tanpa tedeng aling lamaran dengan sangat MEWAAAHHH banget.. banget banget.. gue nambahin 3 kali karna emang mewah banget, banget banget (sori gue nambahin, kebiasaan). Bayangin aja, saking mewahnya, acara lamarannya di Hotel. dan menghabiskan dana 300 jutaan lebih. ckckck.. (bisa beli kerupuk kemplang berapa bungkus, ya?). sang Wanita dengan pakaian yang WAH! dan sang Pria dengan kuda Putihnya (kayanya ga pake kuda, deh? *mikir). Begitu mempesona layaknya Raja dan Ratu. Terus? udah? ceritanya udah sampe situ? gitu aja?
Nggak! ternyata sang Raja katanya sih baru sehari ngelamar, langsung diputusin.. Mengapa? Why? How?   (puk-puk, sabar ya Vicky, lo emang payah). alasannya sih katanya sehari setelah tunangan itu.. dia dapet banyak aduan dari beberapa pihak yang KATANYA pernah ditipu sama itu Pangeran yang membawa kuda putih di kepalanya (Ternyata Vicky, kamu Domba berbulu Bule, Keriting lagi) dan ada beberapa kata yang ngetrend setelah Vicky tampil hanya beberapa waktu saja di TV. baru tampil bentar aja udah terkenal banget tuh si Vicky. jadi pas waktu wawancara dengan salah satu stasiun Kereta api swasta, dia mengeluarkan beberapa Statement yang bisa di ajukan untuk masuk sebagai "Tatanan Bahasa Baru" dalam Kamus Besar Manusia-Manusia In-Telek (KBMMIT). Kurang lebih seperti ini:
"tetap. diusiaku saat ini ya.. TWENTY NINE MY AGE ya, tapi aku masih tetap merindukan apresiasi karena BASICLY ya aku seneng, seneng musik gitu walaupun KONTROVERSI HATI aku menunjukan kepada KONSPIRACY KEMAKMURAN yang kita pilih ya.. Gak, kita belajar ya, apa ya.. HARMONISISASI dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita tidak boleh ego terhadap satu kepentingan dan KUDETA apa yang kita menjadi keinginan. Dengan adanya hubungan ini bukan mempertakut, bukan mempersuram STATUSISASI kemakmuran keluarga dia gitu, tapi menjadi CONFIDENT, tapi kita harus mensiasati kecerdasan itu untuk LABIL EKONOMI kita tetap lebih baik dan aku sangat bangga

Nah! Lo liat sendiri, Kan? betapa bahasanya itu sangat In-Telek sekali! mana ada ilmuwan-ilmuwan yang berbicara serupa itu. dan akhirnya sang Putri malu pun galau. tidak tahan dengan kelakuannya itu dia memutuskan untuk mengakhiri bahkan SEHARI setelah pertunangan. Super sekali. oiya gue juga ngutip dari beberapa berita ternyata dia memang sudah banyak makan korban.

Para wanita yang mengaku sebagai korban Vicky Prasetyo, seperti Camellia Gomez, Camel Petir, Deasy Kitaro, Dewinta Bahar dan Ade Nurul juga mengaku bersyukur karena Zaskia telah memutuskan hubungan pertunangannya dengan Vicky Prasetyo.
ahh..ternyata Artis ketipu juga sama bang Vicky. jadi kesimpulan dari cerita gue, atau bisa dibilang ngawurnya gue.. sebenernya ga ada sih. gue juga ga tau kenapa tiba-tiba gue ngegosip. pasti ada yang bajak blog gue. siapa dia? gue gak tau. lo mau tau? gue aja ga mau tau. oke sip. sekian Bzzt.. bzztt..
11 Sept 2013
Posted by Unknown

Entah

Hati ini begitu gelisah..
Gelisah jika ingat kamu..
Gelisah saat aku memimpikan kamu tadi malam..
Terlalu lama aku menyimpannya di hati.
Entah kenapa hanya kamu yang tidak bisa aku ceritakan tentang isinya.
Apa aku terlalu kaku?
Apa aku terlalu takut?
Apa aku terlalu pengecut untuk hanya sekedar menceritakan nya dan berterus terang soal ini?
Masihkah mungkin dirimu berkenan menerima hatiku?
Wajahmu yang selalu saja mengisi hatiku di lorong gelap yang selalu aku tutupi.
Tapi tetap saja perasaan itu tak tahu diri, dan tiba-tiba keluar saat mimpi bertemu kamu.
Entah hati ini memberikanmu tempat seluas apa hingga kamu tak bisa aku lupakan.
Tapi sudahlah, biar waktu dan hatiku yang menyimpannya..
Aku tak mau tahu.

DEALOVA.


9 Sept 2013
Posted by Unknown

Kamu, jangan pergi!

Entah bagaimana aku harus mengatakannya.
Selalu saja secara tiba-tiba mulutku kaku, pikiranku tiba-tiba hilang.
Kata-kata yang sudah secara utuh aku rangkai, selalu berantakan dan hilang begitu saja.
Mengapa hanya kamu yang bisa?
Mengapa hanya tubuhku saja yang tiba-tiba bergerak secara refleks tak beraturan saat kau menatapku dan aku menjatuhkan beberapa buku yang sudah  kususun rapih di atas meja?
Lalu kau hanya tersenyum, senyuman paling manis yang bisa membuat waktu pun ikut berhenti total dalam beberapa mili detik.
Dan hilang berlalu begitu saja.
Lalu mengapa hanya kamu yang bisa membuat cuaca yang cerah bahkan panas terik sekali tiba-tiba mendung lalu gerimis dalam seketika, saat aku tahu kalau kamu ga masuk hari ini?
Kamu sakit? Sakit apa? Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku harus gimana?
Hujan semakin deras, padahal aku tahu di luar sana matahari menyengat para pejalan kaki.
Seminggu sudah kamu ga nampakan diri.
Kamu kemana? Begitu parah kah sakitnya? Aku harus gimana?
Sebulan. Kamu kemana? Apa kamu udah baikan? Apa kabarnya?
Aku ga pernah liat kamu lagi.
Sudah menggunung rasa rindu ini.
Harus aku kemanakan?
Kamu ga pernah muncul lagi. Kamu pergi?
Jangan pergi!
Kalau kamu pergi siapa yang akan senyum sama aku tiap pagi?
Harus aku kemanain rindu yang udah aku tahan sebulan lebih?
Kalau kamu pergi kamu ga akan tahu ada orang yang tiap hari merhatiin kamu.
Kalo kamu pergi, kamu ga akan tahu ada orang yang selalu ingin mengatakan kalo senyum kamu mampu buat aku mati rasa.
Kalau kamu pergi kamu ga akan tahu betapa berartinya kamu bagi aku.
Kalau kamu pergi kamu ga akan pernah tahu nama orang itu.
Jadi, jangan pergi!
Hujan turun deras sekali. Mataharinya hilang di telan bumi.



Bolehkah aku bertanya?

Sehangat cinta dalam pelukmu.
Sebening rindu yang engkau tawarkan.
Jika saja aku boleh bertanya.
Apakah aku layak untukmu?
Jika cinta saja tak cukup, bolehkah aku menawarkan kasih sayang seumur hidupku untukmu? Ya! Hanya untukmu.
Jika itu juga belum cukup. Aku tak punya apa-apa lagi.


7 Sept 2013
Posted by Unknown

Gerimis

Ahhh.. Hujan, Sudah terlalu sering aku menulis tentangmu.
Sudah terlalu banyak kata mengalir untukmu yang mengalir.
Tapi, kau tetaplah hujan.
Tetap seperti itu, pujian yang kau terima tak membuatmu berubah menjadi 'emas'.
Kau tetap berupa 'air', air yang tawar.
Yah benar, aku suka dengan hujan, hujan yang turun dengan rintik, lalu tiba-tiba deras. Dan setelah itu gerimis.
Aku suka, saat hawa dinginnya menyentuh kulit, kau membawa ketenangan untuk kepala-kepala yang panas karena lupa pada Tuhannya, Tuhanmu juga.
Menyejukan hati yang bernafsu mengejar dunia, sekedar untuk menunggumu berhenti mengucurkan air.
Hujan, aku selalu kagum padamu, tapi aku tak pernah kagum jika kau menggenang. Aku suka air yamg bergerak.
Terserah apa artinya.

Terkadang aku bisa tertidur di balik jendela sambil memperhatikanmu turun dari langit.
Hatiku gerimis, deras tak habis. terkadang banjir, lalu kemarau, ahh dasar bagian tubuhku yang satu itu sulit sekali di tebak, bahkan olehku.
Tapi sudahlah, hujan kau tetap ada pada waktunya.

Hujan, aku ingin sekali banyak memujimu. Tapi yang menciptakanmu lebih indah darimu, Maha indah.
maaf kadang aku menggerutu padamu,
Semoga kau tak sakit hati, hujan.
Maaf kadang dunia tak harus selalu hujan, aku takut bumi tak sempat menyerapnya, dan kau pergi bergerak sesuka hatimu sambil bergerombol menerjang tempat tinggal kami.
Semua harus sesuai porsinya,
Jika hujan tak pernah tau akan aku, tak apa. Aku tau semua tentang hujan, satu kata yang mewakilinya, kau selalu indah, Hujan :)
Dan November selalu menjadi saksi atas turunnya dirimu.
Semoga saja kau tau itu.
Terimakasih.



Dhea X. Near 
20 November 2012 
00.28 am

19 Nov 2012
Posted by Unknown

Bukan Puisi


Iya ini bukan puisi, gue lagi suntuk aja pengen nulis. gue jarang-jarang loh nulis langsung ke blog. hahaha... (oke ga penting). by the way, minggu besok gue harus ngadepin UTS perdana gue sebagai mahasiswa. hehehe. iya gue agak norak soal beginian, soalnya gue udah pengen kuliah dari dulu, tapi alhamdulillah sekarang dikasih kesempatan kuliah. hahaha
Semangat hidup gue adalah "pantang menyerah dan tidak ada kata "ga bisa"", lo tau kan efek dari kata "Gak bisa" itu dahsyat sekali, gue males nerangin nya, kepanjangan, capek ngetik.
intinya gini, seenggaknya lo harus tau apa cita-cita lo dari awal, SEMANGAAAATT!!!

gue ngos ngosan, ga tau. gue terlalu bersemangat. langsung ke inti.
pertama-tama gue ucapin terimakasih pada Allah S.W.T, yang udah ngasih segala kenikmatannya untuk gue nikmatin (Alhamdulillah, rajin bersyukur itu harus, bray), kedua orang tua gua, sodara gue, dan My honey, si Beby yang sering ngerecokin, yang sering iseng, yang bawel nyuruh sikat gigi, yang bawel nyuruh sarapan(padahal dianya juga belum -___-) yang udah bikin gua kangen beraaaat, yang udah minjemin si Poppy buat di pake ngampus, hihihi banyak banget deehhh,, pokoknya I love you.. :*
oke intinya gue pengen nulis, rencananya blog ini mau gue jadiin galery puisi gue aja, ga pake jualan-jualan (kecuali suatu hari berpotensi untuk jualan :p hihihihi.)iya, ga pake ads ads, ga pake tulisan-tulisan berjalan, banyak widget pengganggu kaya blog-blog gue yang sebelumnya, penuh dengan iklan -___-"
akhirnya malah ke makan sama iklan itu, tiap mau gue buka tuh blog, dialihin ke iklan itu. menyebalkan.

sebenernya puisi yang gue buat udah lumayan banyak, walau ga sebagus para seniman lain, gue suka aja kalo gue lagi nulis itu. "Kesenangan" ga selalu di ukur dengan seberapa banyak uang yang lo punya, tapi, ketika karya lo dibaca dan dihargai orang, atau lebih bagus lagi bisa menginspirasi seseorang, lo bakalan nemuin sesuatu yang lebih daripada Kesenangan, yaitu "Kepuasan". Makanya kadang gue suka ngasih 'wejangan' sama temen-temen gue yang lagi 'bimbang' hahaha, walaupun itu terlihat seperti menggurui, tapi intinya gue lagi nasehatin diri gua sendiri untuk terus bisa lebih memperbaiki diri. kadang gue juga di kritik, selama kritik itu membangun dan bukan menjatuhkan, gua dengerin. hehehe



yaampun back to topik, intinyan inilah peluncuran perdana lagi blog gue, setellah sekian taun karya gue namblek di buku, kertas usang, di dinding, di pasir (mmmm.. terdengar kurang bagus -___-), dan di otak gue, akhirnya gue mutusin buat ngumpulin muntahan-muntahan itu disini (mudah-mudahan), oiya, semoga aja, suatu hari nanti gue bisa jadi penulisss... yaampun (terharu T_T )
Semangat.

1 Nov 2012
Posted by Unknown

"Malaikat"?

Kosong...
Tak ada harapan tersirat lagi dari tempat ini.
Tak terlihat lagi cahaya yang dulu katanya sempat bergelora

Murung..
Terlalu banyak darah kesiasiaan tercecer percuma.
Terlalu besar pengorbanan pendekar-pendekar penentang kematian itu
Yang hanya menyisakan nama tanpa ada perhatian.

Bendera telah bertukar dengan secangkir beras.
Harga diri manusia hilang entah kemana.
Iblis dan manusia hampir sama.
Sulit sekali membedakannya.

Tempat yang dulu banyak di tempati malaikat.
Gemah ripah lohjinawi.
Kini kelaparan diatas kekayaannya.
Mereka tak mengerti bagaimana menyuapi dirinya sendiri.

Para pendekar yang mencoba bangkit,
Diinjak tangannya
Dikunci mulutnya
Dirantai hingga tak berkutik sedikitpun
Percuma, kau tak akan bisa bangkit jika sendirian.

Hanya tuhan yang mampu memusnahkan nya.
Sebelum mereka dimusnahkan para tentara Amerika.




Dhea X. Near
1 Oktober 2012

Di dedikasikan untuk memperingati hari
Sumpah Pemuda


Nafas

Belahan Jiwa, dengar kan ini, mungkin harapan ini berharap sangat tinggi,
Indah membayang di kelopak mata.
Sejuta rasa membuncah menggelora dalam dada.
Namamu kusebut ribuan kali dalam diam ku.
Sedetik waktu, Seribu tahun ku rasakan.
Aku ingin berterus terang,
Aku inginkan kamu.

Ketika surya membelah kegelapan.
Angin-angin berarak menyongsong fajar pagi.
Takdir waktu semoga saja.
Dulu, takdir itu yang mempertemukan kita.
Dan aku mencoba melihat kedalam hatimu,
Mencoba merasakan getaran cinta yang sempat aku rasakan dalam diammu.
Mencoba menebak isi hatimu yang sempat berkelebat dalam khayalku
Desiran darah ini penuh dengan aroma cinta,
Tak terasa embun mulai menetes di ujung dedaunan
Sebening mata yang kamu punya.
Sesegar Cinta yang kamu tawarkan.

Seandainya aku bisa menahan waktu.
Ingin kudekap erat.
Tak ingin lepaskan ikatan ini.
Senja berubah rona.
Kelabu, hitam, pekat, gelap.
Namun cintaku hanya kamu.





Dalam diamku,
Aku Cinta padamu.

Dhea X. Near
31 Oktober 2012
"Happy 6 Month, Irenia"
31 Oct 2012
Posted by Unknown

Dhea X. Near

Dhea X. Near
Me

About Me

Gue Dhea,Pecinta sajak, Penyuka Dream Theater, Fans Manchester City, seorang konsultan komputer, calon penulis berbakat, seorang calon bisnisman, calon ayah yang baik, dan calon profesor. (aaaamiinn) :D

Followers

Katakan saja!

Contact Me:

Email: dheax.near@gmail.com
Email 2 : big.trouble.generation@gmail.com
Twitter : @dheaxnear
Facebook : Dhea X. Near

Popular Post

Dea Yusuf. Powered by Blogger.

ups

No Copy

- Copyright © Duniaku, Duniamu, Dunia kita - Metrominimalist - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -