Showing posts with label bijak. Show all posts

3 TIPS MEMILIH ASURANSI SESUAI DENGAN KEBUTUHAN



Mobilitas di jalanan indonesia terindikasi dengan mobilitas paling padat di dunia, dan jika kita uraikan resiko terjadinya tragedi kecelakaan di jalan raya adalah resiko yang paling mungkin terjadi, tetapi dengan tingginya intensitas resiko kecelakaan masyarakat banyak yang belum sadar untuk memproteksi diirinya dalam menjalankan mobilitas sehari-harinya.
Asuransi merupakan solusi dari semua keresahan masyarakat saat beraktifitas di jalan raya, tetapi yang menjadi kendala adalah masyarakat tidak begitu peduli akan pentingnya asuransi itu sendiri, mungkin banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut, seperti kesimpang siuran kabar bahwa asuransi akan mempersulit klaim atau premi hanya membuang-buang uang saja tanpa ada feedback untuk si tertanggung, padahal sebenarnya semuanya hanya sekedar kabar yang tersebar dari mulut kemulut.


Dalam tulisan ini, akan dijelaskan bagaimana cara memilih asuransi kecelakaan yang baik diantaranya adalah :

Pastikan premi yang anda bayarkan tidak melebihi 10% dari anggaran bulanan anda, jika asuransi   yang anda beli sudah melebihi 10% dari a nggaran bulanan anda itu sudah di pastikan kondisi keuangan anda akan terguncang, karena pos-pos yang seharusnya di alokasikan pada target jangka pendek akan terpakai. Sedangkan asuransi adalah target jangka panjang.

1.      Pastikan asuransi yang anda beli memiliki kerjasama dengan banyak pihak baik rumah sakit atau bengkel resmi(jika ingin meng-cover kendaraan), sehingga apabila terjadi resiko dimanapun anda berada, anda tidak perlu bingung untuk membawa ke fasilitas yang anda butuhkan.

2.      Jika anda membeli asuransi dari agent, perhatikan apakah agent tersebut anda kenal bahkan lebih baik anda membeli dari keluarga, apabila jika ada salah satu dari keluarga yang mempromosikan asuransi, sehingga dapat lebih di percaya dan apabila terjadi reiko respon akan lebih cepat.


Beberapa tips di atas mungkin akan membantu anda untuk membeli asuransi yang memang anda butuhkan, dan di harapkan anda untuk lebih peduli akan pentingnya asuransi, karena resiko terjadi tidak memandang siapa atau di mana,resiko bisa terjadi kapan saja jadi proteksi diri anda dan keluarga, dengan memilih asuransi yang tepat yang sesuai dengan yang anda butuhkan. 

JIKA SAJA

Kamu.
Jika saja mampu ku ucapkan.
Sepandai para pejabat di istana sana.
Tapi sayang sekali, aku bukan mereka.

Kamu.
Duniaku terisi jutaan perasaan yang aku sendiri tak tahu.

Kamu.
Jika saja mampu aku menawar tangismu dengan suara indah dan lantunan syair seperti para pujangga itu, tapi sayang sekali, aku bukan mereka. Aku hanya punya pundak ini. pundak yang selalu berharap bisa sedikit menyembunyikan wajahmu saat menangis, karena pasti kau tak mau aku melihatnya.

Kamu.
Sedikit kata dalam ucapku.
Tapi begitu banyak rindu dalam hatiku.
Dapatkah kau rasakan?
Tolong rasakan sebentar saja.
Aku ingin kamu tahu.
Setelah itu terserah padamu.

Kamu.
Jika saja itu kamu.

24 Dec 2013
Posted by Unknown

Sejatinya adalah “Pindahan“ (edisi bijak)

Dulu gue pernah baca buku karya seorang penulis konyol alias Raditya Dika, judul bukunya manusia setengah salmon dan judul chapternya kalo ga salah sepotong hati di dalam kardus.. disana dia nulis cerita waktu lagi putus cinta dengan (bisa dibilang) mantan pacarnya.
Naah.. disini menariknya katanya patah hati itu sama kaya pindahan rumah. Sama-sama harus ninggalin sesuatu yg akrab dengan kita, sama-sama harus ninggalin tempat yg udah lama jadi tempat berlindung kita, susah senang dulunya ada di rumah itu, sama sama ninggalin kenangan kita. Putus cinta itu sejatinya perpindahan. Bisa jadi kita yang memaksa dia untuk pindah, atau terpaksa kita yang harus pindah, atau memang kita memang yang sama sama harus rela untuk pindah.
Beberapa waktu lalu gue ngalamin apa yang Radit tulis di bukunya itu, beberapa orang juga ngalamin di luar sana setiap harinya (Oke, Gue ga akan ngebahas statistik berapa orang-orang yg ngalamin patah hati setiap harinya)
Perpindahan itu mau ga mau harus di hadapin! Kalo memang kita dalam kondisi seperti itu. Bukan berarti kita harus memaksakan pindah kalo memang masih nyaman dengan ‘rumah‘ yg kita tinggalin hanya dengan alasan salah satu lampunya mati. Konyol, kan ?
Nah kalo memang rumah kita udah ga cukup muat untuk menanggung beban kita, kaya misalnya anggotanya nambah gara-gara papah genit sama mamah, atau mungkin penghuni yang sudah ada bertambah besar bobotnya., atau bahkan terlalu jauh dengan peradaban. Ya mau ga mau kan, kita harus cari tempat yang lebih baik lagi buat kita tinggali?
Ga jauh sama patah hati. Disaat kita ngerasa kita udah ga terlalu nyaman, salah satu dari kita udah jarang pulang ke hati pasangannya, atau kita ngerasa disakitin atas apa yang dia lakukan, mau ga mau kita harus pindah! Emang nyaman dengan ‘rumah‘ yang ‘sempit‘? ‘Rumah‘ yang dulunya kita harapkan jadi ‘home sweet home‘ malah jadi penjara buat kita? Rumah yang bocor disana-sini kalo ujan dan kepanasan kalo lagi musim kemarau? Atau malah lingkungan yang bikin ga baik? Tapi yang jelas kita harus segera pindah. Memang ga mudah untuk memutuskan suatu ikatan., apalagi dulunya semua keliatan baik-baik aja dan indah.
Tapi karna sudah terlalu sering di rusak dan ga di perbaiki ketika hendak di perbaiki malah udah terlanjur parah. Apa mau tinggal di rumah kaya gitu?
Gue sih ngga.
Gue harus pindah, gue yang maksa pindah.
Malah yang lebih konyol, ketika rumah kita rusak dan bocor sana sini atau malah kebakaran.. terus kita malah bunuh diri.. Oh god why? Cari aja yang baru yang lebih bagus.
Nah kalo kalian termasuk para korban patah hati, Memang sih susah awalnya saat kita mutusin buat pindah. Kita harus angkutin barang2 kita dari rumah lama ke rumah baru, yang memang udah kosong. Jangan kita coba2 pindah ke rumah yang masih ada barang2 orang yg tinggal sebelumnya walaupun kadang di papan nya di tulis “disewakan“ atau “dijual“ kita ga akan nyaman karna masih ada sisa penghuni sebelumnya di rumah itu. walaupun di pindahin ke gudang tapi barang itu masih ada di rumah itu.
Well, kita juga ga boleh ninggalin barang apapun di rumah kita yang lama. Atau kalau bijak kita sendiri yang buangnya.. ehem.. bukan berarti kado2 ultah dari dia ikut di buang juga kali.. tapi perasaan cinta, perasaan sayang yang dulu ada buat dia coba untuk di netralisir. Ga boleh di benci, walau bagaimanapun dulu itu adalah rumah kita. Dan secara g langsung kalo kita menghina rumah kita dulu, bukankah sama aja dengan ngehina kita juga? ;)
Jadi ga usah di ungkit2.. klo udah yaudah.. siapa tau kita balik ke tempat itu lagi dan kita tetanggaan sama rumah itu dia malah jadi lebih bagus di tempatin orang lain.
Nyeesss kan? Tapi yaudah toh itu keputusan dari kita masing2 buat mengakhiri suatu hubungan dan pindah ke tempat lain yang lebih baik menurut kita.
Jadi, selamat pindahaannn ^_^
5 Oct 2013
Posted by Unknown

Dhea X. Near

Dhea X. Near
Me

About Me

Gue Dhea,Pecinta sajak, Penyuka Dream Theater, Fans Manchester City, seorang konsultan komputer, calon penulis berbakat, seorang calon bisnisman, calon ayah yang baik, dan calon profesor. (aaaamiinn) :D

Followers

Katakan saja!

Contact Me:

Email: dheax.near@gmail.com
Email 2 : big.trouble.generation@gmail.com
Twitter : @dheaxnear
Facebook : Dhea X. Near

Popular Post

Dea Yusuf. Powered by Blogger.

ups

No Copy

- Copyright © Duniaku, Duniamu, Dunia kita - Metrominimalist - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -